NEWS UPDATE :  

Berita

Penyebaran Informasi dan Edukasi Bahaya Narkotika melalui Upacara Bendera di SMAN 2 Sambas

Sei Rambah, 20 April 2026 — SMAN 2 Sambas melaksanakan kegiatan penyebaran informasi dan edukasi terkait Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika dalam rangkaian upacara bendera yang digelar pada Senin pagi (20/04) di halaman basket sekolah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sambas Nomor B/050/IV/KA/PC.03/2026/BNNK Sambas tertanggal 15 April 2026, yang mengimbau satuan pendidikan untuk turut aktif dalam memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai bahaya narkotika.

Dalam kesempatan tersebut, penyampaian materi edukasi disampaikan oleh Erjan Saputra, S.H., yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjauhi serta memerangi penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan.

“Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan bersih dari narkoba. Oleh karena itu, seluruh siswa diharapkan memiliki kesadaran dan keberanian untuk menolak serta melaporkan segala bentuk penyalahgunaan narkotika,” ujarnya di hadapan seluruh peserta upacara.

Selain itu, dalam paparan edukasinya, Erjan Saputra juga menyoroti fenomena penggunaan vape di kalangan remaja yang kerap dianggap sebagai tren atau sekadar hiburan. Ia mengingatkan bahwa di balik kesan “aman” tersebut, terdapat ancaman serius yang perlu diwaspadai.

“Nge-vape buat seru-seruan? Boleh saja dianggap tren, tetapi perlu diingat bahwa saat ini muncul modus baru penyalahgunaan narkotika melalui liquid vape. Zat berbahaya yang tergolong Narkoba Jenis Baru (NPS) dapat disamarkan dalam cairan tersebut sehingga sulit dikenali,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dari luar, liquid vape mungkin terlihat biasa dan bahkan menarik, namun di dalamnya bisa saja terkandung zat berbahaya yang berpotensi merusak kesehatan fisik maupun mental, bahkan mengancam masa depan generasi muda.

Melalui penyampaian ini, siswa diajak untuk lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh tren yang berisiko. Edukasi juga menekankan pentingnya mengenali modus penyalahgunaan, memahami dampak negatifnya, serta membangun keberanian untuk menolak dan melindungi diri dari bahaya tersebut.

Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari pengaruh negatif narkotika.

Kegiatan ini mendapat perhatian serius dari pihak sekolah sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter siswa yang berintegritas dan berakhlak mulia. Diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh siswa SMAN 2 Sambas dapat memahami dampak buruk narkotika serta memiliki komitmen kuat untuk menjauhinya.

Upacara bendera yang berlangsung dengan tertib dan khidmat ini menjadi momentum penting dalam memperkuat edukasi serta kesadaran kolektif seluruh warga sekolah terhadap bahaya narkotika di lingkungan pendidikan.